Langsung ke konten utama

Menganalisis Perubahan Sosial Di Lingkungan Pendidikan Dulu Dan Sekarang

Nama: Asef Setiawan

NPM: 1931090029

Prodi/ Kelas: Sosiologi Agama/ 3. A


Menganalisis Perubahan Sosial Di Lingkungan Pendidikan Dulu Dan Sekarang

Pendidikan merupakan hal yang terpenting bagi semua orang, karena dengan pendidikan kita dapat belajar menambah ilmu pengetahuan, supaya mempunyai akhlak yang baik serta cerdas juga supaya dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Kini pendidikan dari tahun ke tahun selalu mengalami perubahan. Banyak perubahan dari zaman dahulu hinga zaman sekarang saya ambil contoh; perubahan cara belajar, kurikulum, informasi, dan tempat sekolah

1. Cara Belajar

Di zaman dulu cara belajar cukupah simpel hanya dengan bermodalkan alat tulis dan buku itu saja sudah bisa belajar, tapi berbeda dengan sekarang yang cara pembelajaran banyak menggunakan media elektronik seperti laptop, hp, dan lain sebagainya.

2. Kurikulum

Kurikulum dulu guru adalah yang aktif dikels, juga materi pembelajaran haya brdasarkan buku cetak, berbeda dengan sekarang yang kebaliakan siswa sangat di tuntun agar lebih aktif, materi yang di ajarkan juga siswa dituntun untuk mencari informasi tersendiri.

3. Informasi

Zaman dulu informasi pendidikan sangatlah susah untuk di dapat mendapatkan informasi hanya dari guru atau buku. Berbeda dangan zaman sekarang yang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat begitu maju pesat, sangat mudah untuk mendapatkan informasi dengan mengakses internet, sosial media dan lain sebagainya

4. Tempat Sekolah

Zaman dulu tempat sekolah sangatlah terbatas kalo ada itupun pasti jauh, itulah yang menyebabkan kebanyakan masyarakat pada zaman dulu tidak menammatkan sekolahnya atau bahkan tidak sekolah, sekolah tidak sekolahnya zaman dulu sangat kurang sekali perhatian dari pemerintah. Berbeda dengan sekarang setiap kecamatan bahkan desa pasti sudah memiliki tempat sekolah dan juga dimasa sekarang pendidikan sangatlah diperhatikan oleh pemerintah. Pemerintah menggeratiskan wajib belajar sampai sekolah menengah atas (SMA) atau sejenisnya.

Komentar